Minggu, 11 Januari 2015

Sekilas Tentang Teori Organisasi

Total Quality Management (TQM)
TQM adalah suatu metode manajemen mutu terhadap sebuah organisasi yang dipandang sebagai sebuah sistem di mana setiap pekerjaan, setiap proses, dan setiap orang menjalankan peranannya dengan benar dan terpadu sehingga organisasi mampu menjalankan perananya yang dapat memenuhi harapan pelanggan, secara tepat waktu, tepat standar, dan bebas dari segala kerusakan.

TQM mengandung unsur-unsur pokok sbb :
  1. Aktivitas Sistematis Aktivitas yang diorganisasi untuk mencapai tujuan perusahaan yang didukung oleh kepemimpinan manajemen kuat dan yang dipandu oleh visi, strategi jangka menengah dan jangka panjang yang jelas, serta mutu yang sesuai.
  2. Dilaksanakan oleh seluruh organisasi untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
  3. Tujuan perusahaan, mengacu pada jaminan perolehan laba jangka panjang yang sesuai melalui kepuasan yang diperoleh pelanggan secara konsisten dan terus menerus, selian itu juga meningkatkan manfat kepada semua stakeholders.
  4. Menyediakan, mengacu pada aktivitas yang memproduksi produk dan jasa untuk menyampaikannya kepada pelanggan (survei, riset, perencanaan, pengembangan, desain, persiapan produk, pembelian, pengolahan, pemasangan, pemeriksaan, memenuhi pesanan, pemasaran dan penjualan, pemeliharaan, layanan purna jual dan daur ulang)
  5. Produk dan jasa meliputi Produk olahan pabrikasi, sistem, perangkat lunak, informasi dan semua manfaat lain yang disajikan untuk pelanggan.
  6. Mutu mengacu pada kegunaan, keselamatan dan keandalan.
  7. Pelanggan meliputi para pembeli dan juga para pemakai, konsumen dan pihak lain yang memanfaatkannya.


Penggunaan TQM biasanya mencakup fungsi-fungsi sbb :
1.       Menentukan tingkat kualitas yang diinginkan :
Kualitas barang dan jasa biasanya mengukur bagaimana barang dan jasa itu bekerja dengan baik.
2.       Mencapai tingkat kualitas yang diinginkan :
Produk berkualitas lebih tinggi biasanya membutuhkan bahan baku yang berkualitas lebih baik atau lebih banyak jam kerja untuk meproduksi produk akhir.
3.       Mengontrol tingkat kualitas :
Kontrol kualitas dilaksanakan untuk memastikan bahwa proses produksi dapat memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan
Untuk memastikan bahwa kualitas tetap terjaga, secara periodik perusahaan mengevaluasi karakteristik yang digunakan untuk mengukur kualitas produk.


Ciri-ciri TQM :
  1. Fokus organisasi ialah memuaskan kebutuhan pelanggan
  2. Mengembangkan dan memberdayakan potensi sumber daya manusia yang dimiliki organisasi secara sempurna
  3. melibatkan semua personil organisasi untuk menemukan cara terbaik dalam melaksanakan peran dan fungsinya
  4. mengelola proses bisnis secsra keseluruhan, bukan hanya fungsi atau departemen
  5. pengelolaan organisasi yang didasarkan pada fakta serta menggunakan data dan informasi yang sahih.
  6. memberikan nilai tambah kepada masyarakat, sekaligus mencapai sasaran finansial.

Benchmarking adalah proses membandingkan seperangkat tolok ukur produk, proses atau layanan dengan yang sejenis dari organisasi lain.

JENIS – JENIS BENCHMARKING :
1.       Benchmarking Internal
Pendekatan ini dilakukan dengan membandingkan operasi suatu bagian dengan bagian internal lainnya dalam suatu organisasi
2.       Benchmarking kompetitif
Pedekatan ini dilakukan dengan mengadakan perbandingan dengan berbagai pesaing
3.       Benchmarking Fungsional
Pendekatan ini dilakukan dengan mengadakan perbandingan fungsi atau proses dari perusahaan-perusahaan yang berada di berbagai industri
4.       Benchmarking Generik
Melakukan perbandingan dengan proses bisnis fundamental yang cenderung sama di setiap industri.

Tipe Grup :
Grup Formal :
>Grup yang terbentuk berdasar keputusan managerial, untuk mencapai tujuan organisasi
Grup Informal :
>Grup yang muncul dari usaha-usaha individu dan terbentuk berdasar persamaan kepentingan ataupun pertemanan.

Beberapa Pengertian :
•Power = Kekuasaan
Kemampuan untuk menyuruh orang lain supaya melakukan sesuatu yang kita inginkan.
•Pengaruh
seberapa ‘respek’ pihak lain terhadap power kita.
•Wewenang / Authority
Kekuasaan formal yang dimiliki oleh seseorang karena posisinya dalam organisasi.


Klasifikasi Power :
>>Personal power
•Referent Power
•Expert Power -> melekat pd diri sndri karna pnya keahlian sendiri.
>>Organizational Power
•Legitimate Power -> karna posisi dalam organisasi.
•Coercive Power -> mengiming-imgingi hadiah.
•Reward Power.


Politic behaviour :
•Playing politics
•Insurgency games
•Counterinsurgency games
•Sponsorship games
•Coalition building games
•Line versus staff games
•Wistle blowing games

Politic Behaviour :
•Impresions Management.
  • Self Presentation.
  • Other enhancement.
Model-model motivasi dalam Perusahaan :
  • Kebutuhan fisiologis: Menyediakan istirahat makan siang, istirahat, dan upah yang cukup untuk membeli kebutuhan pokok kehidupan. 
  • Kebutuhan keamanan: Menyediakan lingkungan kerja yang aman, tunjangan pensiun, dan keamanan kerja. 
  • Kebutuhan sosial : Buat rasa komunitas melalui proyek-proyek berbasis tim dan kegiatan sosial. 
  • Kebutuhan akan penghargaan : Mengenali prestasi untuk membuat karyawan merasa dihargai dan dihargai. Pekerjaan menawarkan judul yang menyampaikan pentingnya posisi. 
  • Aktualisasi diri: Menyediakan karyawan sebuah tantangan dan kesempatan untuk mencapai potensi penuh mereka karier.

Abraham Maslow (1943;1970) mengemukakan bahwa pada dasarnya semua manusia memiliki kebutuhan pokok. Ia menunjukkannya dalam 5 tingkatan yang berbentuk piramid, orang memulai dorongan dari tingkatan terbawah. Lima tingkat kebutuhan itu dikenal dengan sebutan Hirarki Kebutuhan Maslow :
• Kebutuhan fisiologis yaitu kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi seperti rasa lapar, rasa    haus, dan sebagainya .

• Kebutuhan rasa aman yaitu merasa aman dan terlindung, jauh dari bahaya, contohnya      keselamatan dan perlindungan terhadap kerugian fisik dan emosional. 

• Kebutuhan Sosial yaitu rasa akan cinta dan rasa memiliki (kasih sayang, diterima-baik, dan       persahabatan) .

• Kebutuhan akan penghargaan (mencakup faktor penghormatan internal seperti harga diri, otonomi, dan prestasi; serta faktor eksternal seperti status, pengakuan, dan perhatian.) .

• Kebutuhan aktualisasi diri (kebutuhan kognitif: mengetahui, memahami, dan menjelajahi; kebutuhan estetik: keserasian, keteraturan, dan keindahan; kebutuhan aktualisasi diri: mendapatkan kepuasan diri dan menyadari potensinya).

Tahap Perkembangan Group :
Mutual acceptance
Communication and decision making
Motivation and productivity

Control and organization

Tidak ada komentar:

Posting Komentar